Posted by: syaora | December 26, 2008

Tugas TAS Jaringan Nirkabel dari Pak Hendra

1. Sebutkan dan gambarkan beberapa mode yang terdapat dalam perangkat WLAN Access
Point!

Jawab :

1. Root Mode

2. Bridge Mode

3. Repeater Mode

2. Jelaskan dan gambarkan macam-macam orthogonal channel set!

Jawab :

Tiga Orthogonal Channel Set, yaitu :

  • 2.412 Ghz Channel 1
  • 2.437 Ghz Channel 6
  • 2.462 Ghz Channel 11

Empat Orthogonal Channel Set, yaitu :

  • 2.412 Ghz Channel 1
  • 2.432 Ghz Channel 5
  • 2.552 Ghz Channel 9
  • 2.572 Ghz Channel 13

Posted by: syaora | July 22, 2008

Cara Kerja DNS Server

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sejarah singkat DNS

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke jaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada – sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.

Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.

Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:

  • DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
  • recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
  • authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya.

DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-”bawah”-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).

Nama : Istin Nuryati
NPM : 07.0511.0049
Kelas D3TKJ A semester 3

Posted by: syaora | May 7, 2008

MENYOAL PEMBERANTASAN CYBER – PORNO DI INDONESIA

Undang-Undang mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Proses pengesahan ini diharapkan merupakan bentuk kebersamaan berpikir dan bertindak para anggota DPR RI. Selain itu, semoga hal tersebut menunjukkan keseriusan para wakil rakyat dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi yang terjadi secara global dan meminimalisir efek negatif yang muncul karenanya. Kehadiran UU ITE ini tentu saja tepat sebagai langkah yang maju, konstruktif, strategis, dan berorientasi jangka panjang, terutama upaya UU ini dalam menutup situs-sistus porno yang banyak beredar di internet.

UU ITE sudah selayaknya mendapat apresiasi yang sangat baik oleh publik, karena diakui keberadaan situs-situs porno di internet selama ini telah menjadi sumber efek negatif penggunaan layanan jasa internet, terutama bagi generasi muda. Mesti kita ingat bersama bahwa pornografi dengan berbagai macam dampak negatifnya sangat mudah tersebar dan diakses siapa, kapan, dan dimana saja melalui jaringan internet. Hal tersebut tentu sangat mengancam sikap mental masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Berita di situs detikinet mengungkap bahwa banyak para ahli psikologi di dunia menyampaikan bahwa dengan melihat hal porno secara rutin bisa mendorong seseorang mempunyai hasrat seksual agresif yang berbahaya. Seringnya mengakses situs-situs porno juga berakibat munculnya kepercayaan dan persepsi terhadap seks yang tidak baik dan salah.

Pandangan terhadap seks yang salah dikarenakan dampak pornografi yang beredar di internet, menurut Mary Anne Layden dari Sexual Trauma and Psychopathology Program di University of Pennsylvania, akan memunculkan anggapan bahwa seks hanya seperti barang yang bisa diperdagangkan. Dan tentu akan menimbulkan pelecehan terhadap tubuh wanita yang hanya dianggap sebagai media hiburan seksual bagi laki-laki.

Tidak hanya itu, kemudahan dalam memperoleh materi pornografi melalui internet dapat membuat penyimpangan orientasi dan tujuan aktivitas seksual seseorang. Berbagai macam keanehan seksual yang ditampilkan dalam situs-situs porno yang ada akan membangun imajinasi yang tidak sehat. Tujuan seks bagi sepasang manusia yang seharusnya adalah proses regenerasi dan penghayatan cinta terdalam akan mengalami pergeseran. Seks pada akhirnya hanya sebagai wahana ekspresi yang liar. Hal ini dikhawatirkan akan memicu aktivitas seksual berbahaya yang dapat melahirkan perselingkuhan, pemaksaan kehendak, penganiyaan, dan bahkan pemerkosaan.

Besarnya efek negatif pornografi dan keberadaanya di dunia maya telah mendapat kecaman di masyarakat. Upaya penutupan, pemblokiran, dan pemberantasan cyber-porno telah menjadi isu yang mengemuka di tengah masyarakat. Meskipun upaya pemberantasan pornografi di internet hanya tertulis di satu pasal UU ITE, yaitu pasal 26, tetapi itu sudah berdampak banyak dan membuktikan keseriusan pemerintah dalam memerangi cyber-porno yang meresahkan banyak pihak.

Kontroversi Pemberantasan Cyber-Porno

Komentar beragam mencuat seiring upaya nyata Pemerintah untuk memberangus cyber-porno. Ada pihak yang ingin Pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut. Mereka berkomentar bahwa pornografi sama halnya dengan rokok. Rokok menjadi kenikmatan bagi sebagian orang dan menjadi musuh bagi sebagian yang lainnya. Begitu juga dengan pornografi. Sebagian orang memang tidak suka dengan pornografi, tapi ada juga sebagian orang lain yang menyenangi dan bahkan membutuhkan pornografi. Dengan asumsi demikian, seharusnya Pemerintah tidak gegabah dan merampas kesenangan dan hak sebagian masyarakatnya.

Komentar seperti ini tentu sangat tidak masuk akal. Sungguh sangat jauh apabila ingin membandingkan rokok dan pornografi. Pemerintah tidak menutup usaha rokok, meskipun banyak pihak yang menyerukan tentang efek negatif rokok dan tidak halalnya rokok, karena pertimbangan yang matang. Rokok telah melahirkan industri dalam skala makro dan mikro. Devisa negara yang berasal dari cukai tembakau jumlahnya besar. Industri rokok telah menyerap tenaga kerja produktif yang banyak jumlahnya. Industri rokok juga berhasil menggerakkan roda perekonomian di suatu wilayah. Dan yang tidak kalah penting, sumbangsih dan kepedulian perusahaan-perusahaan besar rokok terhadap lingkungan, sosial, budaya, olahraga, dan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia cukup dirasakan manfaat dan artinya.

Coba bayangkan dengan industri pornografi di Indonesia. Tidak ada devisa yang disumbangkan untuk pembangunan negara. Tenaga kerja yang diserap hanya sedikit dan bahkan tenaga kerja yang ada, bekerja dalam tekanan dan paksaan. Melanggar semua bentuk norma yang ada di masyarakat Indonesia. Mengancam stabilitas mental dan sosial masyarakat, khususnya generasi muda. Menimbulkan efek kejahatan sosial di masyarakat, dan masih banyak lainnya. Layakkah rokok disamakan dengan pornografi? Sungguh sangat tepat jika industri pornografi dihancurkan!

Bagi mereka yang menyenangi dan membutuhkan pornografi, saatnya untuk introspeksi dan mengendalikan diri. Dewasa dalam mengelola nafsu tentu pilihan tepat demi menjaga anak-anak penerus bangsa terhindar dari degradasi moral. Untuk itu, Pemerintah harus memperhatikan upaya pemberantasan cyber-porno, yang dimulai dari penyadaran individu. Oleh karena itu tiga level yang diformat Pemerintah saat ini dalam memblokir situs porno, yaitu melalui masyarakat (kesadaran kolektif), lembaga, dan jaringan Internet Service Provider (ISP) dinilai sudah cukup tepat.

Hanya saja masih banyak hal yang mesti dicermati dalam upaya Pemerintah untuk membasmi peredaran situs porno di internet. Perlu diperhatikan, bahwa upaya Pemerintah saat ini baru sebatas melakukan pemblokiran. Pemerintah mengutarakan bahwa mekanisme pemblokiran adalah dengan cara menanam software di komputer yang telah diprogram untuk mencegah masuknya situs porno melalui jaringan internet. Kinerja software yang hanya bertugas untuk memblokir ini dirasa sangat sederhana dan sangat berpeluang besar untuk diakali oleh para penjahat cyber (hacker).

Pemblokiran situs porno oleh software yang dirancang oleh Pemerintah diperkirakan tidak jauh berbeda mekanisme kerjanya dengan beberapa software anti situs porno yang telah ada sebelumnya. Salah satunya adalah dengan merancang program tersebut untuk sensitif terhadap keyword (kata kunci) tertentu yang digunakan sebagai nama domain, misalnya xxx, sex, dan beberapa kata lainnya yang sering digunakan sebagai nama domain situs-situs porno. Pemberlakuan sistem kerja ini memungkinkan aplikasi dapat memblok secara otomatis ketika keyword yang telah tersetting diketikkan. Cara ini tentu sangat mudah ditaklukan, yaitu hanya dengan mengganti nama domain situs porno dengan keyword yang tidak lazim. Sehingga, jangan heran ketika membuka alamat situs yang bernuansa religi di kemudian hari, tiba-tiba yang muncul adalah situs porno. Hal ini mungkin dilakukan untuk menghindari pemblokiran.

Cara lain yang mungkin dijalankan oleh softwre anti porno adalah dengan menyimpan data base alamat situs porno yang ada di seantero bumi ini. Hal ini sangat mungkin dilakukan dan lebih baik hasilnya karena apapun nama domain yang digunakan, seandainya dia terlacak sebagai situs porno akan disimpan dalam data base. Tersimpannya alamat situs-situs porno tersebut dalam data base akan membuat terbloknya situs itu secara otomatis saat akan dibuka. Kelemahan menonjol aplikasi yang bekerja dengan sistem ini adalah apabila alamat situs porno tertentu tidak terekam di data base maka dia akan dengan mudah diakses.

Untuk mengantisipasi kelemahan software yang dibuat oleh Pemerintah dalam memblokir situs porno, maka perlu ada langkah tegas pemblokiran dari pihak ISP. Dan yang lebih penting adalah pendekatan hukum yang tegas terhadap para penyebar pornografi di media internet. Karena apabila Pemerintah tidak menyentuh akar masalahnya, dikhawatirkan para pemilik dan perancang situs porno akan terus meningkatkan kreasinya dan tindakan negatif ini terus berlangsung tanpa henti.

Sementara itu, belum disahkannya Undang-undang Anti Pornografi dikhawatirkan akan menimbulkan polemik tersendiri dalam upaya penghapusan cyber-porno di Indonesia. Dalam UU ITE tidak terdefinisikan secara jelas mengenai apa itu pornografi, sehingga dapat memunculkan multi interpretasi terhadap apa yang dimaksud dengan pornografi. Dengan dalih beragam, karena tidak adanya keseragaman persepsi, maka pihak pelaku penyebar materi pornografi dapat berkelit dari tuntutan terhadap mereka. Untuk itu agar Pemerintah leluasa dan jelas dalam mengeksekusi kerjanya, maka pengesahan terhadap UU Anti Pornografi perlu segera dirampungkan. Sehingga akan jelas, batasan yang mana materi pornografi sebagai perbuatan terlarang, sebagai seni, sebagai bagian kearifan lokal, dan sebagai bagian dari edukasi. Hal ini pada akhirnya memudahkan Pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam menindak cyber-porno.

Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Upaya Pemerintah untuk memerangi peredaran pornografi di internet, seharusnya turut didukung oleh Pemerintah Daerah. Selama ini banyak Pemerintah Daerah di Indonesia terkesan tidak peduli terhadap penyebaran pornografi di dunia maya. Salah satu contoh adalah Pemerintah Kota Bengkulu yang mencanangkan diri sebagai Kota Pelajar. Belum ada langkah atau kebijakan yang diambil oleh pihak Pemerintah Kota maupun juga pihak legislatif dalam menangkal cyber-porno. Tidak ada satu pun Peraturan Daerah yang dikeluarkan untuk mengatur hal itu. Bahkan, belum ada program atau kegiatan sosialisasi yang secara serius dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu kepada masyarakat pengguna dan penyedia jasa layanan internet agar menghilangkan dampak negatif penggunaan internet.

Peran Pemerintah Daerah tentu sangat signifikan kedepannya dalam mendukung penutupan situs-situs porno. Untuk itu diharapkan peran aktif dari Pemerintah Daerah untuk memperhatikan permasalahan cyber-porno. Terlebih pada saat ini telah lahir UU ITE, sehingga hal itu bisa menjadi rujukan dalam membuat Peraturan Daerah untuk mendukungnya. Tidak hanya Pemerintah Daerah, lembaga dan organisasi keagamaan, kemasyarakatan, dan pemuda perlu merespon upaya pemberantasan cyber-porno dengan baik. Sosialisasi dan himbauan secara massif tentu akan berimplikasi positif untuk memenangkan perang terhadap cyber-porno. Sehingga, keberhasilan Pemerintah China yang telah terlebih dahulu memerangi cyber-porno dapat diikuti oleh Indonesia. Merujuk berita di eramuslim.com, diketahui bahwa sejak pencanangan program nasional penutupan situs porno satu tahun lalu di China, sampai saat ini mereka telah menutup lebih dari 44 ribu situs porno dan sekaligus menangkap 868 orang yang diduga berada di balik situs cabul tersebut.

Pada akhirnya, rencana besar untuk memberantas cyber-porno di Indonesia tidak akan ada artinya tanpa realisasi dan dukungan banyak pihak. Keluarga dan lembaga pendidikan yang sangat dekat dengan generasi muda sudah selayaknya concern terhadap persoalan ini. Tokoh dan ulama yang berpengaruh di tengah masyarakat sangat pantas untuk peduli dalam menyadarkan masyarakatnya. Pengusaha penyedia layanan jasa internet dan pelaku bisnis sejenis dapat lebih peka dan sadar atas kondisi ini. Apabila daya dukungnya sudah optimal dan Pemerintah memang serius, maka sangat mungkin peredaran pornografi, tidak hanya di internet, tetapi juga dalam skala yang lebih luas di media-media lainnya akan dapat segera berakhir. Mari bergerak bersama mewujudkan Indonesia sebagai negara bermoral dan beradab yang bebas dari pornografi dan praktik asusila lainnya.

Posted by: syaora | May 7, 2008

Update Blog Secara Offline

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 23 Maret 2008)

Bagi seorang Blogger, seringkali keinginan untuk curhat atau menuliskan suatu ide muncul begitu saja tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun ketiadaan koneksi internet kadangkala menjadi hambatan untuk mencurahkan kalimat demi kalimatnya ke dalam media tersebut.

Komputer atau laptop yang digunakan untuk menampung tulisan secara offline,sebelum dipublikasi ke Blog, juga dirasa tidak efektif. Umumnya, pemilik Blog harus menata ulang tulisannya ketika tulisan tersebut dipindah dari komputer ke dalam Blog. Sedangkan untuk menggunakan koneksi internet melalui telepon seluler bukan hanya bermasalah pada biaya yang lebih besar, tetapi juga oleh perangkat tambahan penghubung ponsel ke komputer.
Beberapa waktu yang lalu, Microsoft Word 2007 telah memberikan tambahan fitur untuk penggunanya agar bisa mempublikasikan artikel yang diketiknya ke dalam Blog setelah tersedia koneksi internet. Namun karena tidak semua Blog dapat didukung, terutama Blogger.com versi baru, maka penggunaan program ini tidak meluas.
Bahkan Blogger.com juga telah menciptakan program yang dapat disisipkan ke dalam Microsoft Word agar setiap artikel yang diketik di dalam software tersebut dapat langsung disimpan ke dalam server Blogger.com. Sama halnya dengan Microsoft Word 2007, fasilitas ini juga tidak banyak digunakan karena hanya berfungsi di Blogger.com versi klasik.

Kompatibel
Tetapi harapan muncul kembali pada akhir tahun 2007. Melalui situs blognya di http://windowslivewriter.spaces.live.com, Microsoft melepas produk Windows Live Writer 2008 yang sebelumnya telah diunduh oleh lebih dari 1,5 juta pengguna pada saat versi Beta.
Produk ini merupakan program untuk publikasi Blog yang berjalan di desktop. Namun yang perlu diperhatikan dalam penggunaan program ini, Anda harus menggunakan sistem operasi minimum Microsoft Windows XP SP2, atau Windows Vista. Sedangkan Windows XP Professional x64 Edition tidak didukung oleh Windows Live Writer.
Blogger dapat menuliskan artikelnya tanpa koneksi internet, untuk kemudian dipublikasikan ke Blog yang dimiliki setelah tersedia koneksi internet. Kelebihan produk ini antara lain kemampuan WYSIWYG (What You See Is What You Get), publikasi foto dan peta.
Selain itu, output yang dihasilkan kompatibel dengan berbagai penyedia Blog antara lain Blogger, LiveJournal, TypePad, WordPress, dan masih banyak lagi. Yang tak kalah bermanfaat, adanya kemampuan pemeriksaan penulisan kosa kata pada artikel berbahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengunduh program yang disediakan oleh Microsoft melalui http://get.live.com/writer/overview. Tekanlah tombol “Get it free” untuk memulai proses download program bantu yang berukuran 2,3 MB. Setelah proses instalasi selesai dijalankan, masukkan konfigurasi akun sesuai dengan aturan masing-masing penyedia Blog.
Setelah itu, Anda dapat bebas menulis artikel, memasukkan gambar, video, peta, ataupun tabel di ruang kerja Microsoft Live Writer. Apabila telah tersedia koneksi internet, artikel tersebut dapat langsung ditampilkan ke internet melalui tombol Publish. Hasil yang ditampilkan akan sama dengan yang diketik melalui program tersebut. Contoh hasil publikasinya dapat dilihat pada artikel “Percobaan” yang ada di http://bukutips.blogspot.com.

Posted by: syaora | April 25, 2008

Routing Dinamik OSPF (Purwono Hendradi)

Routing Protokol untuk Jaringan Lokal

Setelah membahas sekian banyak jenis routing protokol yang umum digunakan dalam jaringan, kali ini yang akan dibahas adalah sebuah routing protokol yang paling terkenal dalam dunia jaringan lokal berskala menengah hingga besar. Khususnya para administrator jaringan berskala menengah sampai besar, paling tidak pernah mengenal routing protokol yang satu ini walaupun belum pernah mengimplementasikannya. Routing protokol ini bernama Open Shortest Path First atau yang lebih sering disebut
dengan nama OSPF.

Mengapa dikatakan paling terkenal? Yang menyebabkan OSPF menjadi terkenal adalah karena routing protokol ini notabene adalah yang paling cocok digunakan dalam jaringan lokal berskala sedang hingga enterprise. Misalnya di kantor-kantor yang menggunakan lebih dari 50 komputer beserta perangkat-perangkat lainnya, atau di perusahaan dengan banyak cabang dengan banyak klien komputer, perusahaan multinasional dengan banyak cabang di luar negeri, dan banyak lagi. Mengapa dikatakan paling cocok? Karena OSPF
memiliki tingkat skalabilitas, reliabilitas, dan kompatibilitas yang tinggi. Mengapa demikian? Nanti akan dibahas satu per satu di bawah.

Selain paling cocok, kemampuan routing protokol ini juga cukup hebat dengan disertai banyak fitur pengaturan. Sebuah routing protokol dapat dikatakan memiliki kemampuan hebat selain dapat mendistribusikan informasi routing dengan baik juga harus dapat dengan mudah diatur sesuai kebutuhan penggunanya. OSPF memiliki semua ini dengan berbagai pernak-pernik pengaturan dan fasilitas di dalamnya.

OSPF memang sangat banyak penggunanya karena fitur dan kemampuan yang cukup hebat khususnya untuk jaringan internal sebuah organisasi atau perusahaan. Dibandingkan dengan RIP dan IGRP, yang sama-sama merupakan routing protokol jenis IGP (Interior Gateway Protocol), OSPF lebih powerful, skalabel, fleksibel, dan lebih kaya akan fitur.

Apa Sebenarnya OSPF?


OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.

Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan.

OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area. Dengan menggunakan konsep hirarki routing ini sistem penyebaran informasinya menjadi lebih teratur dan tersegmentasi, tidak menyebar ke sana ke mari dengan sembarangan.

Efek dari keteraturan distribusi routing ini adalah jaringan yang penggunaan bandwidth-nya lebih efisien, lebih cepat mencapai konvergensi, dan lebih presisi dalam menentukan rute-rute terbaik menuju ke sebuah lokasi. OSPF merupakan salah satu routing protocol yang selalu berusaha untuk bekerja demikian.

Teknologi yang digunakan oleh routing protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Hal ini membuat routing protokol OSPF menjadi sangat cocok untuk terus dikembangkan menjadi network berskala besar. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak menggunakan routing protocol ini.

Bagaimana OSPF Membentuk Hubungan dengan Router Lain?
Untuk memulai semua aktivitas OSPF dalam menjalankan pertukaran informasi routing, hal pertama yang harus dilakukannya adalah membentuk sebuah komunikasi dengan para router lain. Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router tetangga.

Langkah pertama yang harus dilakukan sebuah router OSPF adalah harus membentuk hubungan dengan neighbour router. Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol.

Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point.

Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protokol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

OSPF Bekerja pada Media Apa Saja?


Seperti telah dijelaskan di atas, OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan router tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi routing. Untuk membentuk sebuah hubungan dengan router tetangganya, OSPF mengandalkan Hello protocol. Namun uniknya cara kerja Hello protocol pada OSPF berbeda-beda pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan informasi OSPF, masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah sebagai berikut:

  • Broadcast Multiaccess
    Media jenis ini adalah media yang banyak terdapat dalam jaringan lokal atau LAN seperti misalnya ethernet, FDDI, dan token ring. Dalam kondisi media seperti ini, OSPF akan mengirimkan traffic multicast dalam pencarian router-router neighbour-nya. Namun ada yang unik dalam proses pada media ini, yaitu akan terpilih dua buah router yang berfungsi sebagai Designated Router (DR) dan Backup Designated Router (BDR). Apa itu DR dan BDR akan dibahas berikutnya.
  • Point-to-Point
    Teknologi Point-to-Point digunakan pada kondisi di mana hanya ada satu router lain yang terkoneksi langsung dengan sebuah perangkat router. Contoh dari teknologi ini misalnya link serial. Dalam kondisi Point-to-Point ini, router OSPF tidak perlu membuat Designated Router dan Back-up-nya karena hanya ada satu router yang perlu dijadikan sebagai neighbour. Dalam proses pencarian neighbour ini, router OSPF juga akan melakukan pengiriman Hello packet dan pesan-pesan lainnya menggunakan alamat multicast bernama AllSPFRouters 224.0.0.5.
  • Point-to-Multipoint
    Media jenis ini adalah media yang memiliki satu interface yang menghubungkannya dengan banyak tujuan. Jaringan-jaringan yang ada di bawahnya dianggap sebagai serangkaian jaringan Point-to-Point yang saling terkoneksi langsung ke perangkat utamanya. Pesan-pesan routing protocol OSPF akan direplikasikan ke seluruh jaringan Point-to-Point tersebut.
    Pada jaringan jenis ini, traffic OSPF juga dikirimkan menggunakan alamat IP multicast. Tetapi yang membedakannya dengan media berjenis broadcast multi-access adalah tidak adanya pemilihan Designated dan Backup Designated Router karena sifatnya yang tidak
    meneruskan broadcast.
  • Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)
    Media berjenis Nonbroadcast multi-access ini secara fisik merupakan sebuah serial line biasa yang sering ditemui pada media jenis Point-to-Point. Namun secara faktanya, media ini dapat menyediakan koneksi ke banyak tujuan, tidak hanya ke satu titik saja. Contoh dari media ini adalah X.25 dan frame relay yang sudah sangat terkenal dalam menyediakan solusi bagi kantor-kantor yang terpencar lokasinya. Di dalam penggunaan media ini pun dikenal dua jenis penggunaan, yaitu jaringan partial mesh dan fully mesh.
    OSPF melihat media jenis ini sebagai media broadcast multiaccess. Namun pada kenyataannya, media ini tidak bisa meneruskan broadcast ke titik-titik yang ada di dalamnya. Maka dari itu untuk penerapan OSPF dalam media ini, dibutuhkan konfigurasi DR dan BDR yang dilakukan secara manual. Setelah DR dan BDR terpilih, router DR akan mengenerate LSA untuk seluruh jaringan.
    Dalam media jenis ini yang menjadi DR dan BDR adalah router yang memiliki koneksi langsung ke seluruh router tetangganya. Semua traffic yang dikirimkan dari router-router neighbour akan direplikasikan oleh DR dan BDR untuk masing-masing router dan dikirim dengan menggunakan alamat unicast atau seperti layaknya proses OSPF pada media Point-to-Point.

Bagaimana Proses OSPF Terjadi?


Secara garis besar, proses yang dilakukan routing protokol OSPF mulai dari awal hingga dapat saling bertukar informasi ada lima langkah. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Membentuk Adjacency Router
Adjacency router arti harafiahnya adalah router yang bersebelahan atau yang terdekat. Jadi proses pertama dari router OSPF ini adalah menghubungkan diri dan saling berkomunikasi dengan para router terdekat atau neighbour router. Untuk dapat membuka komunikasi, Hello protocol akan bekerja dengan mengirimkan Hello packet.

Misalkan ada dua buah router, Router A dan B yang saling berkomunikasi OSPF. Ketika OSPF kali pertama bekerja, maka kedua router tersebut akan saling mengirimkan Hello packet dengan alamat multicast sebagai tujuannya. Di dalam Hello packet terdapat sebuah field yang berisi Neighbour ID. Misalkan router B menerima Hello packet lebih dahulu dari router A. Maka Router B akan mengirimkan kembali Hello packet-nya dengan disertai ID dari Router A.

Ketika router A menerima hello packet yang berisikan ID dari dirinya sendiri, maka Router A akan menganggap Router B adalah adjacent router dan mengirimkan kembali hello packet yang telah berisi ID Router B ke Router B. Dengan demikian Router B juga akan segera menganggap Router A sebagai adjacent routernya. Sampai di sini adjacency
router telah terbentuk dan siap melakukan pertukaran informasi routing.

Contoh pembentukan adjacency di atas hanya terjadi pada proses OSPF yang berlangsung pada media Point-to-Point. Namun, prosesnya akan lain lagi jika OSPF berlangsung pada media broadcast multiaccess seperti pada jaringan ethernet. Karena media broadcast akan meneruskan paket-paket hello ke seluruh router yang ada dalam jaringan, maka adjacency router-nya tidak hanya satu. Proses pembentukan adjacency akan terus berulang sampai semua router yang ada di dalam jaringan tersebut menjadi adjacent router.

Namun apa yang akan terjadi jika semua router menjadi adjacent router? Tentu komunikasi OSPF akan meramaikan jaringan. Bandwidth jaringan Anda menjadi tidak efisien terpakai karena jatah untuk data yang sesungguhnya ingin lewat di dalamnya akan berkurang. Untuk itu pada jaringan broadcast multiaccess akan terjadi lagi sebuah proses pemilihan router yang menjabat sebagai “juru bicara” bagi router-router lainnya. Router juru bicara ini sering disebut dengan istilah Designated Router. Selain router juru bicara, disediakan juga back-up untuk router juru bicara ini. Router ini disebut dengan istilah Backup Designated Router. Langkah berikutnya adalah proses pemilihan DR dan BDR, jika memang diperlukan.

2. Memilih DR dan BDR (jika diperlukan)
Dalam jaringan broadcast multiaccess, DR dan BDR sangatlah diperlukan. DR dan BDR akan menjadi pusat komunikasi seputar informasi OSPF dalam jaringan tersebut. Semua paket pesan yang ada dalam proses OSPF akan disebarkan oleh DR dan BDR. Maka itu, pemilihan DR dan BDR menjadi proses yang sangat kritikal. Sesuai dengan namanya, BDR merupakan “shadow” dari DR. Artinya BDR tidak akan digunakan sampai masalah terjadi pada router DR. Ketika router DR bermasalah, maka posisi juru bicara akan langsung diambil oleh router BDR. Sehingga perpindahan posisi juru bicara akan berlangsung dengan smooth.

Proses pemilihan DR/BDR tidak lepas dari peran penting Hello packet. Di dalam Hello packet ada sebuah field berisikan ID dan nilai Priority dari sebuah router. Semua router yang ada dalam jaringan broadcast multi-access akan menerima semua Hello dari semua router yang ada dalam jaringan tersebut pada saat kali pertama OSPF berjalan. Router dengan nilai Priority tertinggi akan menang dalam pemilihan dan langsung menjadi DR. Router dengan nilai Priority di urutan kedua akan dipilih menjadi BDR. Status DR dan BDR ini tidak akan berubah sampai salah satunya tidak dapat berfungsi baik, meskipun ada router lain yang baru bergabung dalam jaringan dengan nilai Priority-nya lebih tinggi.

Secara default, semua router OSPF akan memiliki nilai Priority 1. Range Priority ini adalah mulai dari 0 hingga 255. Nilai 0 akan menjamin router tersebut tidak akan menjadi DR atau BDR, sedangkan nilai 255 menjamin sebuah router pasti akan menjadi DR. Router ID biasanya akan menjadi sebuah “tie breaker” jika nilai Priority-nya sama. Jika dua buah router memiliki nilai Priority yang sama, maka yang menjadi DR dan BDR adalah router dengan nilai router ID tertinggi dalam jaringan.

Setelah DR dan BDR terpilih, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan seluruh informasi jalur dalam jaringan.

3. Mengumpulkan State-state dalam Jaringan
Setelah terbentuk hubungan antarrouter-router OSPF, kini saatnya untuk bertukar informasi mengenai state-state dan jalur-jalur yang ada dalam jaringan. Pada jaringan yang menggunakan media broadcast multiaccess, DR-lah yang akan melayani setiap router yang ingin bertukar informasi OSPF dengannya. DR akan memulai lebih dulu proses pengiriman ini. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, siapakah yang memulai lebih dulu pengiriman data link-state OSPF tersebut pada jaringan Point-to-Point?

Untuk itu, ada sebuah fase yang menangani siapa yang lebih dulu melakukan pengiriman. Fase ini akan memilih siapa yang akan menjadi master dan siapa yang menjadi slave dalam proses pengiriman.

Router yang menjadi master akan melakukan pengiriman lebih dahulu, sedangkan router slave akan mendengarkan lebih dulu. Fase ini disebut dengan istilah Exstart State. Router master dan slave dipilih berdasarkan router ID tertinggi dari salah satu router. Ketika sebuah router mengirimkan Hello packet, router ID masing-masing juga dikirimkan ke router neighbour.

Setelah membandingkan dengan miliknya dan ternyata lebih rendah, maka router tersebut akan segera terpilih menjadi master dan melakukan pengiriman lebih dulu ke router slave. Setelah fase Exstart lewat, maka router akan memasuki fase Exchange. Pada fase ini kedua buah router akan saling mengirimkan Database Description Packet. Isi paket ini adalah ringkasan status untuk seluruh media yang ada dalam jaringan. Jika router penerimanya belum memiliki informasi yang ada dalam paket Database Description, maka router pengirim akan masuk dalam fase loading state. Fase loading state merupakan fase di mana sebuah router mulai mengirimkan informasi state secara lengkap ke router tetangganya.

Setelah loading state selesai, maka router-router yang tergabung dalam OSPF akan memiliki informasi state yang lengkap dan penuh dalam database statenya. Fase ini disebut dengan istilah Full state. Sampai fase ini proses awal OSPF sudah selesai, namun database state tidak bisa digunakan untuk proses forwarding data. Maka dari itu, router akan memasuki langkah selanjutnya, yaitu memilih rute-rute terbaik menuju ke suatu lokasi yang ada dalam database state tersebut.

4. Memilih Rute Terbaik untuk Digunakan
Setelah informasi seluruh jaringan berada dalam database, maka kini saatnya untuk memilih rute terbaik untuk dimasukkan ke dalam routing table. Jika sebuah rute telah masuk ke dalam routing table, maka rute tersebut akan terus digunakan. Untuk memilih rute-rute terbaik, parameter yang digunakan oleh OSPF adalah Cost. Metrik Cost biasanya akan menggambarkan seberapa dekat dan cepatnya sebuah rute. Nilai Cost didapat dari perhitungan dengan rumus:
Cost of the link = 108 /
Bandwidth

Router OSPF akan menghitung semua cost yang ada dan akan menjalankan algoritma Shortest Path First untuk memilih rute terbaiknya. Setelah selesai, maka rute tersebut langsung dimasukkan dalam routing table dan siap digunakan untuk forwarding data.

5. Menjaga Informasi Routing Tetap Upto-date
Ketika sebuah rute sudah masuk ke dalam routing table, router tersebut harus juga me-maintain state database-nya. Hal ini bertujuan kalau ada sebuah rute yang sudah tidak valid, maka router harus tahu dan tidak boleh lagi menggunakannya.

Ketika ada perubahan link-state dalam jaringan, OSPF router akan melakukan flooding terhadap perubahan ini. Tujuannya adalah agar seluruh router dalam jaringan mengetahui perubahan tersebut.

Sampai di sini semua proses OSPF akan terus berulang-ulang. Mekanisme seperti ini membuat informasi rute-rute yang ada dalam jaringan terdistribusi dengan baik, terpilih dengan baik dan dapat digunakan dengan baik pula.

Jaringan Besar? Gunakan OSPF!
Sampai di sini proses dasar yang terjadi dalam OSPF sudah lebih dipahami, meskipun masih sangat dasar dan belum detail. Melihat proses terjadinya pertukaran informasi di atas, mungkin Anda bisa memprediksi bahwa OSPF merupakan sebuah routing protokol yang kompleks dan rumit. Namun di balik kerumitannya tersebut ada sebuah kehebatan yang luar biasa. Seluruh informasi state yang ditampung dapat membuat rute terbaik pasti terpilih dengan benar. Selain itu dengan konsep hirarki, Anda dapat membatasi ukuran link-state database-nya, sehingga tidak terlalu besar. Artinya proses CPU juga menjadi lebih ringan.

Daftar Pustaka:

  • pcmedia.or.id

Nama Kelompok:

Angie Yustisia Hudha

Rusnani

Tri Wahyuni

Posted by: syaora | April 19, 2008

Administrasi Dasar Linux

Kelompok Studi Linux adalah sebuah komunitas mahasiswa yang interest dalam dunia Open Source/Linux, Kelompok Studi Linux Universitas Ahmad Dahlan (KSL-UAD) Yogyakarta didirikan pada tahun 1999 oleh beberapa mahasiswa dan dalam perjalanannya telah ikut mewarnai perkembangan IT di indonesia dengan menulis buku-buku seri BPL (Buku Pintar Linux), modul, artikel maupun mendirikan lembaga pendidikan/kursus yang mengajak dalam studi, penggunakaan dan pengembangan Open Source Software (OSS).

Sebagai sebuah organisasi KSL-UAD memiliki 3 misi, yaitu:

pertama adalah fungsi sosial, KSL sebagai sebuah organisasi melakukan sosialisasi dalam penggunaan Open Source/Linux sebagai solusi untuk membebaskan masyarakat dalam penggunaan perangakat lunak dengan cara yang halal, sah dan legal, melakukan installface , sharing, penulisan buku, modul, artikel, seminar, workshop, training dll.

Kedua adalah fungsi edukasi, mendorong kepada anggota, mahasiswa dan masyarakat umum untuk menggunakan Open Source Software (OSS) sebagai platform belajar dan aktifitas keseharian, yang tertuang dalam konsep Open Source Campus Agreement (OSCA) yang merupakan kesepakatan moral institusi kampus dan mahasiswa untuk menggunakan platform Open Source sebagai solusi yang efisien, murah tetapi handal, sehingga diharapkan sebagian besar pembiayaan infrastrukrur IT dapat lebih diarahkan kepada sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM)

Ketiga adalah riset dan bisnis, KSL-UAD membentuk sebuah group yang lebih intens dalam mengeksplorasi Open Source Software (OSS) yang disebut Open Source Research Group (OSRG) yang berisikan anggota KSL-UAD yang direkrut berdasarkan standarisasi kompetensi di bidang Open Source/Linux, sehingga diharapkan menghasilkan penelitian yang berharga.

Posted by: syaora | April 19, 2008

28 Maret 2008

Hari ini Kuliah,harusnya ada empat mata kuliah tapi yang isi cuma satu ,Sistem Operasi. mata kuliah lain yaiu Basis Data1,Matematika1 kosong. sebel rasanya,rugi banget,,Kuliah sebulan cuma dua minggu tapi banyak yang kosong.kapan aku bisa pinter n menguasai materi….

Posted by: syaora | April 18, 2008

jadwal tes akhir semester 2 d3tkj

JAWAL TES AKHIR
TAHUN AKADEMIK 2007-2008 SEMESTER 2
PROGRAM TEKNISI DAPODIK

HARI / TANGGAL JAM MATA KULIAH SKS

SENIN 21 APRIL 2008 08.00 – 10.00 B. INGGRIS 2

13.00 – 15.00 ADMINISTRASI SISTEM 2

SELASA 22 APRIL 2008 10.00 – 12.00 JARINGAN KOMPUTER 5

RABU 23 APRIL 2008 08.00 – 10.00 BASIS DATA 3

KAMIS 24 APRIL 2008 10.00 – 12.00 SISTEM OPERASI 2

JUM’AT 25 APRIL 2008 10.00 – 12.00 MATEMATIKA 2

SABTU 26 APRIL 2008 08.00 – 10.00 PBO 5

Posted by: syaora | March 8, 2008

tips n trick

Sebuah trik yang sudah lama tapi sedikit yang tahu.

Kebanyakan virus/worm lokal menggunakan flashdisk sebagai tempat perantara untuk menginfeksi komputer satu dengan yang lainnya. Ada tips mencegah flashdisk terinfeksi virus tapi mahal, yaitu mengganti dengan flashdisk yang support U3.

Ternyata ada trik (bukan tips) yang bisa dilakukan agar file-file di flash disk aman dari serangan virus. Sebuah trik yang didapat dari forum ansav.com, dari user yang bernama : ::a2i3s::

Caranya: buat sebuah folder dan beri nama dengan awalan berupa karakter-karakter spesial ASCII (cara dilakukan dengan menekan alt tahan lalu 3 angka di bagian num lock lepaskan). Contoh

alt + 123 = {
alt + 234 = Ω
alt + 235 = δ

dan lain-lain

Lihat gambar di bawah

 

FolderProteksi

Klik untuk memperbesar

Disisi lain ada kelemahan bagi antivirus lokal, isi dari folder tersebut terlewat untuk di-scan.

Categories